Berita Terbaru :

Kabarriau

HukRim

Hukrim »

WISATA

TAHUKAH ANDA

SMS Gratis - Free to Indonesia
Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Pemerintah Kabupaten Pelalawan Sumpah 308 Pegawai



Sebanayak 308 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Pelalawan, disumpah sebagai PNS, Selasa (30/4/13) di gedung daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja, Pangkalan Kerinci, Kab Pelalawan, Riau. Pengambilan sumpah ini disaksikan sejumlah Pejabat.

Baca Selengkapnya - - >


Tidak Didaftarkan Kejamsostek Ex Karyawan Agung Automall Komplin

Salah seorang ex karyawan, PT. Agung Automall Cabang S.M Amin menyesalkan tindakan perusahaan yang tidak mengikut sertakannya masuk Jamsostek, pasalnya selama sepuluh bulan bekerja berarti dirinya tidak mendapat jaminan dari Jamsostek, padahal UU Tenaga Kerja No 13 tahun 2003, sudah mengatur hal ini.  

 Baca Selengkapnya - - >

Nasabah BFI Finance Tertipu Depkoleptor Perusahaan

Salah seorang nasabah PT BFI Finance Indonesia, Tbk. (BFI), Cabang Pekanbaru merasa telah dirugikan oleh perusahaan ini, pasalnya uang tagihan penunggakan dibayarkan, mobil nasabah ini di tarik oleh BFI, dengan alasan menunggak 2 bulan.

Atas perlakuan ini, nasabah bernama Jamuldi mengaku tertipu oleh BFI sebab sewaktu mobilnya ditarik beliau masih bisa melakukan pembayaran sementara, setelah dibayar melalui Bank BRI Cabang Belilas, mobil L 300, BM 9182 BE, miliknya yak kunjung diberikan.
 


Nasabah BFI Finance Tertipu Koleptor Perusahaan

Karet Turun Warga Dumai Menjerit

Harga jual karet di Kota Dumai menurun sampai ke level Rp2.000 perkilogram. Sebelumnya, harga penjualan karet untuk tingkat agen berkisar antara Rp10.000 hingga Rp11.000 perkilogram, namun sekarang anjlok ke kisaran Rp8.000 hingga Rp8.500 perkilogram.
 

BacaSelengkapnya - - - >

DPD PKDP Pelalawan Belum Tentukan Sikap Untuk Balongubri

Ketua terpilih Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Pelalawan, H. Amril, mengatakan sampai saat ini organisasinya belum menentukan sikap siapa Balon Gubri yang akan diusung.

Hal ini dikatakannya setelah secara aklamasi beliau memenangkan pemilihan ketua DPD PKDP Pelalawan, di Rumah Makan Minang Melayu Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
 


Baca Selengkapnya - - - >

Soal UN 2013 Belum Sampai di Siak


Soal ujian nasional hingga Jumat (12/4/13) sore belum juga sampai di Siak. Pihak Dinas Pendidikan sudah mencoba berkomunikasi dengan panitia, namun panitia memastikan soal tersebut akan sampai tepat waktu. Jika soal sampai di Siak, maka akan segera didistribusikan.
 
Baca Selengkapnya - - - >

Hati-hati, Penipuan Lewat SMS Marak

Penipuan melalui short message service (SMS) mulai resahkan warga Selatpanjang dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Daerah pulau ini, ternyata menjadi sasaran empuk penipuan lewat sms.

Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Kabupaten Kepulauan Meranti Mulyono kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat.



Baca Selengkapnya - - - >

Rusli Zainal Terima Pengunduran Jadwal ISG


Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan dirinya menerima keputusan bersama penundaan penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 dari Juni ke Oktober 2013.  

Baca Selengkapnya - - - >

Peserta Jamsostek Dapat Cicilan Rumah Murah


Kondisi perekonomian nasional yang cukup kuat, mendorong meningkatnya daya beli kelas menengah. Peningkatan kemampuan daya beli, akhirnya membuat sektor properti cukup laris di dalam negeri. Khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah tinggal dengan harga terjangkau.  

Baca Selengkapny - - - >

RAPP Larang Kabel PLN Lewati Jalan Perusahaan


Harapan masyarakat Pelalawan hidup layak dengan tidak lagi gelap, bakal kandas, pasalnya pemasangan tiang listrik dari pembangkit PLTG Langgam ke Pangkalan Kerinci sepanjang 8 kilo meter terhambat oleh RAPP, karena menurut perusahaan melewati Jalan yang dibangun perusahaan tidak boleh dilalui kabel PLN. Baca Selengkapnya - - - >

Interkoneksi Bermasalah, Pemadaman Bergilir Kota Pekan Baru Bakal Lama


Pemadaman listrik bergilir di Provinsi Riau sepertinya bakal berlangsung cukup lama. Pasalnya proses pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ombilin, masih terus berlangsung hingga 20 hari kedepan.   

Baca Selengkapnya - - - >

CPI Akan Tertibkan Bangunan Liar Di Atas Lahan Konsesi


Chevron Pacific Indonesia akan menertibkan keberadaan gudang atau bangunan ilegal di atas lahan konsesi sebagai tindak lanjut atas pernyataan Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi.


 Selengkapnya - - - ->

BUMD Pelalawan Akan Didemo, Selebaran Beredar

Selebaran berupa selembar kertas HPS berbunyi ajakan untuk mendemo Perusahaan Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata beredar di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Riau. Ajakan ini berbunyi meminta warga pelanggan listrik berkumpul di Kantor BUMD, tanggal 2 Maret 2013 untuk berdemo.

Selengkapnya- - - >

PT Kalila Realisasikan Program CSR Warga Langgam


Pekan lalu Atas warga Kelurahan Langgam menyetop operasional PT Kalila, mereka menuntut perusahaan untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak akibat aktivitas PT Kalila selama ini. Selain itu penyediaan sarana air bersih di pemungkiman layak huni di Kelurahan Langgam Pelalawan Riau.
 Seelengkapnya ----->

Cabe Rawit Pekanbaru Ikut-Ikutan Naik

 
Kenaikan harga cabe rawit Pekanbaru yang mengikuti kenaikan harga cabe rawit nasional, menurut sejumlah pedagang akibatminimnya pasokan cabai rawit ke sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Saat ini harga cabe rawit dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu perkilogramnya.  Selengkapnya ----->

Harga Bawang Pekanbaru Sudah Mulai Normal


Bagi ibu rumah tangga mulai bisa berlega, karena harga bawang putih dan bawang merah saat ini di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (21/03/13) sejauh ini masih variatif. Harga mulai dari Rp20 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung kualitas.                        Selengkapnya ---------->

Belum Tepati Janji, Dewan Akan Panggil PT Inti Indosawit

Belum Tepati Janji, Dewan Akan Panggil PT Inti Indosawit


DPRD Pelalawan bulan depan akan memanggil kembali manajemen PT Inti Indosawit Kebun Buatan terkait belum ada realisasi penyelesaian soal ganti rugi biaya sewa alat berat warga SP 5 desa Mekar Jaya.
Ganti rugi yang dituntut warga saat melakukan pemerataan Daerah Milik Jalan (DMJ) yang berbatasan langsung dengan kebun PT Inti Indosawit dengan Jalan Lintas Timur. Dewan menilai pihak perusahaan sampai sekarang belum ada merealisasikan ganti rugi tersebut walaupun sebelumnya Dewan meminta agar direalisasikan sesui dengan kewajaran dan rasional.

"Masalah ini dulu pernah kita bahas di komisi A, karena masyarakat memanfaatkan lahan DMJ untuk lapak usaha mereka dan sempat diratakan dengan alat berat. Namun lahan tersebut dianggap masuk dalam HGU perusahaan melarang masyarakat untuk buka usaha di sana. Masyarakat sudah banyak mengeluarkan biaya untuk sewa alat berat, akhirnya masyarakat minta ganti rugi ke perusahaan, namun ganti rugi dinilai terlalu tinggi. Kita sarankan kepada pihak manajemen perusahaan untuk membayarkannya dengan nilai yang pantas dan wajar," ujar Drs Sozifao Hia.

Disayangka sampai sekarang sudah 4 bulan perusahaan belum juga merealisasikannya, makanya masyarakat mengadukan hal itu kembali kepada dewan. "Atas dasar pengaduan itulah kita agendakan nanti dalam Bamus untuk memanggil PT Inti Indosawit Subur," tambah anggota Komisi A DPRD Pelalawan Eliman Manurung.

Bamus ingin meminta kejelasan dari pihak perusahaan kenapa belum dibayarkan ganti rugi yang diminta oleh masyarakat. Pasalnya, sampai sekarang masyarakat terus menanyakan ganti rugi ini ke dewan dan bahka masyarakat masih menuntut hak mereka dengan menyurati DPRD untuk meminta kembali pertemuan dengan pihak perusahaan yang di mediasi oleh Komisi A.

Mencuatnya masalah ini bermula permasalahan ganti rugi sewa alat berat yang pernah diminta warga SP 5 desa Mekar Jaya kecamatan Pangkalan Kerinci pada bulan November 2012 lalu ke pihak PT Inti Indosawit Subur kebun Buatan yang sempat di mediasi oleh DPRD terkait pemerataan lahan pinggiran jalan lintas dan perkebunan perusahaan yang direncanakan akan dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berjualan namun sampai sekarang pihak masyarakat tidak mendapat ganti rugi yang diharapkan.

Permintaan ganti rugi ini sendiri dikarenakan pihak perusahaan tidak memberikan izin kepada masyarakat yang akan mengusahai lokasi pinggiran perkebunan PT Inti Indosawit yang berbatasan langsung dengan Jalan Lintas Timur dengan alasan selain lahan tersebut masuk kedalam Hak Guna Usaha Perusahaan juga suatu saat lahan tersebut bakal tergusur demi kepintingan pelebaran jalan.

Humas PT Inti Indosawit Subur kebun Buatan, Taufik menjelaskan bahwa pihaknya belum merealisasikan permohonan ganti rugi yang diminta warga mengingat ganti rugi yang diajukan dinilai tidak rasional. Namun pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintahan desa setempat terkait soal ganti rugi yang diminta warga.

"Kita belum ada merealisasikannya, tapi kita sudah melakukan kordinasi dengan pak Camat dan Kepala desa terkait tuntutan warga itu, dan saat ini kita juga sudah melakukan kordinasi dengan pihak manajemen. Perusahaan tetap komit memberikan bantuan ganti rugi dengan nilai wajar," Ungkap Taufik.(BS)


 

Pedagang Mengeluh, Penjualan Bawang Anjlok

METRO TERKINI - Pedagang Mengeluh, Penjualan Bawang Anjlok

Harga bawang putih dan bawang merah di pasar-pasar tradisional di Pekanbaru masih tinggi. Para pedagang mengeluhkan penjualan yang anjlok hingga lebih dari 50 persen akibat mahalnya harga bawang sehingga konsumen menahan selera yang otomatis pendapat pedagang eceran menurun.

Nina (34), pedagang di Pasar Arengka, Rabu (20/3/13), mengatakan bahwa harga bawang putih dan bawang merah masing-masing berkisar Rp 60.000 dan Rp 58.000 per kg. Sebelumnya, harga bawang putih dan bawang merah Rp 40.000 dan Rp 38.000 per kg.

Harga sudah naik sejak hampir dua pekan lalu. Akibatnya, penjualan pun menurun tajam. Sebelum kenaikan harga, ia bisa menjual bawang putih sebanyak 5 kg per hari dan saat ini hanya 1 kg per hari. Demikian pula dengan penjualan bawang merah yang anjlok dari 10 kg menjadi 4 kg per hari. Rata-rata, konsumen mengurangi pembelian bawang putih atau bawang merah hingga separuhnya.

Lain lagi Abu (38), pedagang di Pasar Panam, mengatakan, harga bawang putih dan bawang merah masing-masing sebesar Rp 65.000 dan 55.000 per kg. Harga itu naik dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 34.000 per kg untuk bawang putih dan Rp 28.000 per kg untuk bawang merah.

Biasanya ia bisa menjual bawang putih sebanyak 50 kg dan saat ini kurang dari 10 kg. Penurunan penjualan dengan kuantitas yang sama juga terjadi pada bawang merah.(BS)

 

Listrik BUMD Pelalawan Jauh Dari Standar SLO Konsuil PPILN

Listrik BUMD Pelalawan Jauh Dari Standar SLO Konsuil PPILN


Bentangan kabel Tegangan Rendah dari jalan Mata Air menuju perumahan Graha Serikat Andalan (GSA) hanya 50 CM dari tanah, sementara jarak tiang listri BUMD Pelalawan jaraknya seratus meter, sehingga bentangan kabel ini bisa membahayakan warga yang melintasi di lokasi itu, berdasarkan pantauan Metroterkini.com dilapangan kabel induk ini bisa dijadikan jemuran kain warga.

Menurut standar Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) Komite Nasional Keselamatan Instalsik (Konsuli) BUMD Pelalawan telah melanggar Setifikasi Layak Operasi (SLO), sebab jarak rentang kabel menurut aturan ini seharusnya 35 meter, namun kabel listrik BUMD ini berjarak 100 Meter dari satu tiang ke tiang lain.

Bukan itu saja perawatan listrik pada pengadaan tiang diduga tidak pernah dilakukan padahal dalam operasional mereka jelas di bebankan kepada BUMD setiap bulannya, ini bisa dikatagorikan manipulasi uang daerah.

Salah seorang pengacara, di Pangkalan Kerinci, mengatakan BUMD dikawatirkan akan berurusan dengan Kepolisisan Pasalnya kabel yang membentang di tanah kalau menyebabkan orang lain kesetrum maka yang bertanggung jawab adalah BUMD, sebab telah melakukan kelalaian membiarkan kabel arus ini membentang ditanah.

Salah seorang warga mengaku pemasangan baru dirumah mereka selalu tergendala, dengan alasan Daya tidak cukup, sementara tempat lain seperti Ruko, BUMD masih memberikan KWH meteran padahal pemakai arus Ruko jelas lebih besar.

"Rumah saya sudah satu tahun lebih mengajukan permohnan berlangganan tidak dipasang, Alasan daya penuh, namun Ruko diseblah rumah saya baru saja mengajukan lansung terpasang," Ujar warga Sulastri.(MT)

 

Industri Garam Segera Beroperasi di Pulau Rangsang

METRO TERKINI - Industri Garam Segera Beroperasi di Pulau Rangsang

Selasa, 19 Maret 2013 - 22:07:08 WIB

Beroperasinya industri pengolahan garam di Pulau Rangsang, sebagai bentuk konkrit atas MoU antara Pemkab Kepulauan Meranti dengan investor Korea disambut positif komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Dengan beroperasinya industri garam tersebut, Pemkab Meranti tidak hanya dinilai berhasil dalam menggaet investor asing dalam mengoptimalkan pengeloalan potensi sumber daya alam.

Disisi lainnya, dengan beroperasinya industri pengolahan garam satu-satunya di Riau tersebut, diharapkan akan mampu menjadikan Meranti sebagai penghasil garam terbesar di Raiu bahkan di Indonesia.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Basiran, kemarin mengatakan dengan beroperasinya industri pengolahan garam di Pulau Rangsang pada tahun 2013 ini, diharapkan akan berdampak positif bagi percepatan pembangunan di Meranti. Untuk itu, apa yang harus dilakukan Pemkab Meranti sekarang ini adalah membangun iklim yang lebih kondusif agar investasi industri garam ini benar-benar tumbuh dan berkembang dengan cepat.

"Komisi II mendukung penuh beroperasinya industri pengolahan garam di Pulau Rangsang tersebut. Kita harpakan, dengan beroparasinya industri pengolahan garam ini akan mampu ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah. Untuk itu, sebagai konsekuensi investasi jangan panjangnya, masyarakat setempat harus turut dilibatkan secara lansung dalam pengoalhaan industri garam ini" ujarnya.

Komitmen investor Korea untuk segera mengoperasikan industri garam di Pulau Rangsang ini urai Basiran, akan membawa damak positif bagi Pemkab Meranti baik secara ekstrenal maupun internal. Secara eksternal,dengan beroperasinya industri yang melibatkan investor aasing ini jelas akan memberikan kepercayaan kepada publik diluar, bahwa Meranti benar-benar kondusif bagi iklim investasi.

Hal ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah pusat maupun propinsi untuk menjadikan Meranti sebagai salah satu tujuan investasi. Baik untuk investor nasional maupun asing yang sekarang ini memang tertarik untuk membangun usaha di Indonesia.

Sedangkan di sisi internalnya, dengan beroparasinya industri pengolahan garam ini jelas akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan PAD Meranti. Untuk itu, komitmen Pemkab Meranti untuk memberikan jaminan keamanan investasi, pelayanan yang prima bersih dari praktek pungli dan KKN, harus benar-benar diterapkan. Karena ini merupakan bagian terpenting dalam membangun kepercayaan investor.

"Kalau ini berjalan secara maksimal, tinggal bagaimana upaya Pemkab Meranti dalam membangun sinergi dengan pihak perusahaan. Baik yang menyangkut persoalan serapan tenaga kerja, penerpaan program CSR sebagai tanggung jawab moral perusahaan, maupun dalam persoalan dinamika pembangunan lainnya. Termasuk komitmen perusahaan dalam penanganan amdalnya" beber Basiran Sarjono lebih lanjut.**ryn
 
 

MASAK APA

SOSIAL

HEWAN

FAKTA

LUCU

Support : Creating Website | Jony Template | ||
Copyright © 2013. KabarRiau - All Rights Reserved
Template Created by J.A
Diterbitkan : CV. Sartika Annisa Pratama